Minggu, 12 Juni 2011

I Like Kurt Cobain Because He Killed Kurt Cobain - In Memoriam Kurt Donald Cobain (February 20, 1967 - April 5, 1994)

Grunge adalah genre yang sempat merajai dunia rock pada awal tahun 90an. Pada awalnya, musisi dari Seattle merupakan musisi yang terisolasi dari aliran mainstream rock dari berbagai kota besar lainnya. Ya, dapat dikatakan Seattle sendiri itu dikenal sebagai bronx-nya Washington DC. Di saat dunia dirajai oleh aliran musik rock (yang mainstream), justru musisi Seattle mengembangkan aliran musik sendiri yang lebih cenderung ke punk, tidak serumit musik-musik metal, lebih lirik dan ambience, dan juga karya-karya mereka pun cenderung kelam dan depresif. Grunge itu sendiri diambil dari kata "grungy" yang berarti kotor. Mark Arm sang vokalis Green River menggunakan istilah tersebut pertama kalinya untuk menggambarkan musik yang mereka mainkan.


Nirvana merupakan salah satu grup musik dari Seattle yang berhasil membawa aliran musik grunge ke dalam kancah musik mainstream rock. Pearl Jam dan Soundgarden juga sangat identik dengan cikal bakal grunge, berkat eksploitasi musik grunge oleh media (lagi-lagi motif ekonomi).

Cobain bukanlah pelopor musik alternatif di Seattle. Bahkan dapat dikatakan dia hanya "anak Seattle coret" seperti yang dikatakan Doug Pray (1996) dalam film dokumenter tentang Seattle scene yang berjudul Hype. Sebagai fenomena budaya pop pada tahun 90an, kelahiran grunge disimbolkan dengan dua ledakan. Pertama, ledakan kreativitas para musisinya dan yang kedua, ledakan shot gun yang membuyarkan isi kepala Kurt Cobain.

"Kurt Cobain is grunge and grunge is Kurt Cobain" lagi-lagi terpaan media yang menyebabkan streotip tersebut. Wabah Nirvana memang sangat fenomenal pada era 90an apalagi setelah meninggalnya sang front man (yang lagi-lagi di usia 27 tahun seperti Jimmy Hendrix). Dari situlah ada dinamika industri musik yang seolah-olah seenaknya mendefinisikan grunge dalam sejarah. 5 April 1994 seakan-akan menjadi simbol kematian bagi grunge, padahal kematian Andy Wood (vokalis Mother Love) dan pembunuhan, juga pemerkosaan Mia Zapata (vokalis The Gits) menjadi pukulan berat bagi eksistensi musik grunge. Dari situlah para musisi grunge mulai menjauhkan diri dari sorot media atau bahkan berganti aliran musik.

Cobain hanya dibesarkan oleh media, dia memang layak dibesarkan, karena Nirvana sendiri mampu menciptakan ramuan musik jenius yang keras dan tegas, musik suka-suka seenaknya, mencampur aduk musik keras dari berbagai genre dan "yang penting NOISE!!!" tanpa solo gitar yang durasinya hanya menghabiskan pita kaset.

Bukannya kami tidak menyukai sosok Cobain, tetapi kebanyakan hipster Cobain terlalu membesar-besarkan kematian Cobain (lagi-lagi campur tangan media berulah). Kematian rockstar sekelas Kurt Cobain memang sesuatu yang menyesakkan, akan tetapi kematiannya bukanlah hal yang patut dibesar-besarkan, karena ulah media, seolah-olah Cobain menjadi "duta besar grunge". Efeknya? Setelah Cobain meninggal grunge pun ikut meredup. Padahal masih banyak musisi hebat pengusung genre grunge yang sama hebatnya.

Kematian Cobain dikait-kaitkan dengan matinya grunge. Kematian Kurt Cobain merupakan musibah besar bagi penggemar grunge. Bukan saja karena hilangnya si musisi jenius tersebut, tetapi juga kematiannya berefek terhadap redupnya aliran musik grunge.

Seperti yang dikatakan di atas, Kurt Cobain bukan pelopor grunge. Akan tetapi dia adalah punggawa grunge. Dia yang mampu membawa grunge ke dunia mainstream. Lagunya yang cadas dan tingkahnya yang aneh bernilai jual tinggi bagi media. Hal baru dan luar biasa. Tidak terbayang apa jadinya kalau Nirvana tidak pernah ada. Apakah grunge akan sebegitu terkenalnya. Bahkan sampai Indonesia!!!

Nirvana sendiri merupakan band cadas yang menggabungkan beberapa unsur heavy metal dan punk dalam berkarya. Campuran musik keras yang menghasilkan suara bising yang cocok untuk diangkat ke dunia mainstream. Keras tapi tidak terlalu keras, kasar tapi tidak terlalu kasar.

Nirvana adalah band super duper hebat. Hanya saja kesuksesan Nirvana bukan hanya dibangun karena mereka adalah band super duper hebat semata. Akan tetapi, audience nirvana adalah audience yang telah dbina dengan musik keras sejak tahun 80an dimana pergerakan musik underground (hardcore) sudah menjamur di Amerika. Seperti yang diungkapkan Glenn Branca di film Punk Attitude:
"Nirvana didn't sell 10 million records because they're so fucking great, which they were, but that audience has been building for more than 10 years."

Sudah saatnya penggila musik grunge menghilangkan filosofi hidup: "I like Kurt Cobain because he killed Kurt Cobain". Cobain memang fenomenal, tetapi bukan karena bunuh diri. Dia terkenal karena "KICK ASS!!!" Itu saja... Jangan berlebihan.

Ditulis oleh Stevi Vania & Achmad Ajis

Sumber : http://www.indiebandung.com/?ref=newsdetail&id=102

Tidak ada komentar:

Posting Komentar